
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH, Sekretaris Daerah Kota Bima, Dandim 1608/Bima, Kapolres Bima Kota yang diwakili Kabag Ops, para Asisten, Staf Ahli Wali Kota, Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta Lurah se-Kota Bima.
Dalam pelantikan ini, sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama yang sebelumnya diisi oleh pelaksana tugas kini resmi dijabat oleh pejabat definitif. Mereka antara lain Syahrial Nuryadin, S.IP, M.M sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ruslan, SE, M.M sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.
Muhammad Mahdum, SH sebagai Kepala BKPSDM, Abdul Najir, S.Pt, M.M sebagai Kepala Dinas Pertanian, serta Ihya Ghajali, S.Sos, M.M sebagai Sekretaris DPRD Kota Bima. Selain itu, turut dilantik tujuh pejabat fungsional.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan bentuk peneguhan amanah, penegasan tanggung jawab, dan penguatan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.
“Jabatan adalah amanah. Amanah dari negara, dari pimpinan, dan yang paling utama amanah dari Allah SWT. Jabatan dapat menjadi berkah jika dijalankan dengan kejujuran, integritas, dan niat tulus melayani. Namun sebaliknya, bisa menjadi mudharat jika disalahgunakan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap kewenangan yang melekat pada jabatan akan dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya di hadapan hukum dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Wali Kota Bima juga memberikan pesan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang belum memperoleh kesempatan promosi jabatan agar tetap menjaga semangat pengabdian. Menurutnya, keterbatasan jumlah jabatan struktural tidak mencerminkan kemampuan atau tingkat kepercayaan terhadap ASN yang bersangkutan.
“Belum terpilih hari ini bukan berarti tidak mampu atau tidak dipercaya. Ini semata karena keterbatasan ruang jabatan dan kebutuhan organisasi. Teruslah bekerja dengan sungguh-sungguh, karena pengabdian yang dilakukan dengan ikhlas tidak akan sia-sia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, etika birokrasi, serta menjaga marwah institusi Pemerintah Kota Bima. Ia menekankan bahwa jabatan harus dimaknai sebagai sarana melayani, bukan untuk dilayani apalagi memperkaya diri.
Menutup arahannya, Wali Kota Bima mengajak seluruh pejabat struktural untuk menjaga kekompakan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membangun kerja tim yang solid di tengah tantangan pembangunan dan keterbatasan fiskal daerah.
“Tidak ada ruang untuk ego sektoral dan perpecahan. Kota Bima hanya bisa maju jika kita bekerja bersama, seirama, dan saling menguatkan,” pungkasnya.
#S1