
Sidak tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kinerja perangkat daerah sekaligus membahas strategi pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber potensial peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Dalam kunjungan itu, Bupati dan Wakil Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi, SE, serta diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Drs. Aris Gunawan, M.Si., Sekretaris Dinas Masykur, ST., MT, para kepala bidang, dan pejabat fungsional.
Bupati Ady Mahyudi menekankan pentingnya penyelamatan dan optimalisasi aset daerah yang dikelola Dinas Pariwisata. Ia meminta jajarannya untuk mulai menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal pemeliharaan dan pengelolaan destinasi wisata, agar lebih tertata, profesional, dan berkelanjutan.
“Pengelolaan destinasi wisata harus dilakukan secara serius dan terencana. Aset-aset daerah yang ada harus diselamatkan dan dimanfaatkan secara maksimal demi kemajuan pariwisata Kabupaten Bima,” tegas Bupati.
Sementara itu, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy menyoroti pentingnya kebersihan sebagai faktor utama dalam menarik minat wisatawan. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan bebas sampah, khususnya sampah plastik, merupakan syarat mutlak bagi berkembangnya sektor pariwisata.
“Kebersihan kawasan wisata adalah prasyarat penting. Jajaran Dinas Pariwisata dengan sekitar 100 pegawai, yang terdiri dari PNS, PPPK, dan non-ASN, harus menjadi motor penggerak budaya bersih, dimulai dari lingkungan kantor hingga seluruh destinasi wisata,” ujarnya.
Ia juga mendorong penerapan konsep zero waste di kawasan wisata, meniru daerah-daerah lain yang telah sukses mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan.
Sidak tersebut menjadi sinyal kuat komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam membenahi sektor pariwisata, baik dari sisi tata kelola, pemanfaatan aset, maupun penguatan kesadaran lingkungan sebagai fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan.