
Dalam amanatnya di halaman Kantor Wali Kota, H.Man sapaan akrab Walikota Bima menekankan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjalanan daerah sekaligus peneguhan arah masa depan. “Hari ini kita berdiri bersama bukan sekadar memperingati usia, tetapi merenungkan perjalanan, mensyukuri pencapaian, dan meneguhkan harapan masa depan,” ujarnya.
Menurut dia, usia 24 tahun memang tergolong muda, namun perjalanan Kota Bima diwarnai berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fiskal, persoalan pembangunan, hingga bencana dan dinamika sosial. Meski demikian, ia menegaskan optimisme bahwa daerah kecil pun berhak memiliki visi besar. “Kota kecil ini juga berhak untuk bermimpi besar,” kata Rahman.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Bima mencatat sejumlah capaian. Di antaranya, penghargaan Innovative Government Award 2025 dengan predikat kota sangat inovatif, yang menjadi indikator pengakuan nasional terhadap inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Selain itu, Kota Bima juga meraih APBD Award 2025 dan masuk dalam 50 daerah terbaik secara nasional dalam pengelolaan keuangan daerah. Di bidang ketenagakerjaan, daerah ini memperoleh Paritrana Award tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan pekerja, termasuk sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Dalam aspek transparansi, Kota Bima mendapatkan anugerah keterbukaan informasi publik dengan predikat informatif dan nilai 96,92. Sementara itu, penghargaan BAZNAS Award yang diterima wali kota disebut Rahman sebagai representasi semangat kolektif masyarakat dalam menghidupkan zakat dan kepedulian sosial.
“Setiap penghargaan yang kita raih hari ini adalah hasil kerja bersama seluruh masyarakat Kota Bima,” ujarnya.
Walikota menambahkan, tahun pertama kepemimpinannya bersama wakil wali kota difokuskan pada penguatan fondasi pelayanan dasar. Salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan gedung rawat inap baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur.
Dalam waktu dekat, layanan kesehatan akan dipindahkan dari RSUD lama di Ranggo ke fasilitas baru yang lebih representatif. Ke depan, RSUD Kota Bima ditargetkan mampu menangani penyakit prioritas seperti kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, penyakit ginjal, serta layanan kesehatan ibu dan anak.
H.Man berharap peningkatan fasilitas tersebut dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan di luar daerah. “Kita ingin pelayanan terbaik hadir di Kota sendiri, untuk rakyat sendiri,” Harapnya
#S1