
Direktur Politeknik Muhammad Dahlan Nurbaety menjelaskan, Sebanyak lima puskesmas menjadi lokasi praktik mahasiswa, yakni Puskesmas Kumbe, Paruga, Penanae, Mpunda, dan Rasanae Timur. Praktik berlangsung selama empat minggu, mulai 27 Juli hingga 21 Agustus 2026.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu kebidanan secara langsung pada pelayanan kesehatan dasar, khususnya dalam memberikan asuhan kebidanan fisiologis kepada ibu dan bayi,”Ungkapnya, Senin 27 Juli
Fokus praktik kata Direktur , meliputi pelayanan Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil, Intranatal Care (INC) atau asuhan persalinan normal, Postnatal Care (PNC) bagi ibu nifas, serta perawatan bayi baru lahir normal. Seluruh proses dilakukan di bawah bimbingan dosen pembimbing dan tenaga kesehatan di masing-masing puskesmas.
Program praktik tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman klinis yang nyata sehingga memiliki kompetensi dasar dalam menangani kehamilan, persalinan, masa nifas, hingga pelayanan kepada bayi baru lahir. Pengalaman lapangan itu juga diharapkan memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan yang aman, bermutu, dan sesuai standar profesi.
Direktur juga menilai praktik klinik merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan kebidanan. Selain mengasah keterampilan teknis, mahasiswa juga didorong membangun kemampuan komunikasi, etika profesi, serta kerja sama dengan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui praktik tersebut, kampus berharap lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi profesional di bidang pelayanan kebidanan, khususnya pada aspek ANC, INC, dan PNC, sehingga siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat.
#S1