
Padahal, berdasarkan kesepakatan antara pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), pelaksana proyek, Lurah, Ketua RT, dan warga setempat, jalan yang ambruk itu seharusnya menjadi prioritas untuk diperbaiki terlebih dahulu. Namun hingga pertengahan November ini, kondisi jalan masih dibiarkan rusak tanpa penanganan.
Ketua RT 03 Kelurahan Santi, Johari, menyatakan rasa kecewanya terhadap pihak pelaksana proyek yang dinilai telah mengingkari janji. Ia bahkan mengancam akan menghentikan sementara aktivitas proyek di wilayahnya jika kerusakan jalan tersebut tidak segera diperbaiki.
> “Kami sudah sabar menunggu berbulan-bulan. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan. Kalau jalan ini tidak segera diperbaiki, kami akan hentikan pekerjaan proyek di sini,” tegas Johari, Kamis (13/11/2025).
Warga menilai, kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas mereka, tetapi juga membahayakan pengguna jalan, terutama di malam hari. Mereka berharap pihak proyek dan instansi terkait segera menepati janji dan memperbaiki jalan sebelum melanjutkan pekerjaan lain di kawasan tersebut.
apalagi sekarang musim hujan, kalau banjir datang, maka rumah warga Yanga di bantaran sungai tersebut akan ambruk dalam sungai.
#S1