Pemerintah Kota Bima Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga di Kelurahan Lampe

Kota Bima, Solusinewsntb.- Pemerintah Kota Bima kembali menyalurkan bantuan beras pangan periode Oktober–November 2025 kepada 11.422 penerima manfaat. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kelurahan Lampe, Rabu (10/12), dengan total 143 warga menerima bantuan pada titik tersebut.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, menyerahkan langsung bantuan tersebut didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima. Bantuan pangan ini merupakan program Badan Ketahanan Pangan Nasional yang disalurkan melalui Bulog Bima.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wali Kota Rahman menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan, tetapi wujud kepedulian dan tanggung jawab negara terhadap kondisi masyarakat.

“Yang paling utama bahwa negara memberikan tugas untuk hadir melihat keadaan rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa mulai 2026 Pemerintah Kota Bima akan meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Daerah sebagai upaya memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, Wali Kota mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan dan potensi banjir—risiko yang kerap muncul akibat kondisi geografis Kota Bima. Ia mengajak masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap berfungsi demi mencegah bencana hidrometeorologi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Gufran, S.Pd., M.Si., melaporkan bahwa untuk Kecamatan Rasanae Timur terdapat 2.195 penerima manfaat dengan total alokasi 43.900 kilogram beras dan 8.780 liter minyak goreng.

“Untuk Kelurahan Lampe sendiri, hari ini kami salurkan kepada 143 penerima manfaat,” jelasnya.

Secara keseluruhan, alokasi bantuan pangan Kota Bima periode Oktober–November 2025 mencapai 228.440 kilogram beras dan 45.688 liter minyak goreng. Jumlah penerima meningkat sebanyak 173 orang dibandingkan tahun sebelumnya, dengan setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika ekonomi dan potensi bencana alam.

#S1

Pos terkait