Pemprov NTB Soroti Kerusakan Jalan Akibat Banjir, Gubernur Ajak Masyarakat Menjaga Alam

Kota Bima , Solusinewsntb.– Kerusakan sejumlah ruas jalan provinsi di Nusa Tenggara Barat (NTB) kian memprihatinkan akibat dampak banjir yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Provinsi NTB pun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menjaga lingkungan agar kerusakan alam tidak semakin memperparah kondisi infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Provinsi NTB di Masjid Agung Al-Muwahiddin, Senin (2/3/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, jajaran pejabat eselon II Pemprov NTB, Sekretaris Daerah Kota Bima, para asisten dan staf ahli Wali Kota, kepala perangkat daerah, Ketua Baznas Provinsi NTB, camat dan lurah se-Kota Bima, serta jamaah salat Isya dan Tarawih.

Sebelumnya, pada sore hari di lokasi yang sama, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB membuka kegiatan Lentera Ramadan 1447 H sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja Safari Ramadan Pemprov NTB.

Pada momentum tersebut, Pemerintah Kota Bima melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Perum Bulog Bima juga menggelar bazar Ramadan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa total ruas jalan provinsi di NTB mencapai 81 ruas dengan panjang keseluruhan sekitar 934,55 kilometer yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Infrastruktur tersebut berfungsi menghubungkan ibu kota provinsi dengan berbagai kabupaten dan kota di NTB.

Namun dari total panjang tersebut, sekitar 14 kilometer jalan mengalami kerusakan berat akibat hantaman banjir.
“Saya masih ingat sebelum kami dilantik, terjadi bencana banjir tahun 2025 di Kabupaten Bima. Alhamdulillah beberapa jembatan dan jalan sempat kita perbaiki. Tetapi ketika musim hujan berikutnya datang, jalan dan jembatan kembali rusak,” Ungkapnya

Menurutnya, kerusakan tersebut tidak lepas dari kondisi lingkungan yang semakin terdegradasi, terutama akibat kerusakan hutan di sejumlah wilayah. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih menjaga alam dan menahan diri dari aktivitas yang merusak lingkungan.

Iqbal juga mengaitkan pesan tersebut dengan makna ibadah puasa yang mengajarkan manusia untuk menahan diri demi menjaga keseimbangan kehidupan.

“Allah menciptakan dunia ini dengan segala keterbatasannya. Harta, hasil bumi, hutan, dan air semuanya terbatas. Karena itu, satu-satunya cara menjaga keseimbangan adalah dengan menahan diri agar alam tetap terjaga,” katanya.

Pada kesempatan Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp20 juta kepada takmir Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima.

Selain itu, Gubernur NTB berencana melakukan revitalisasi sistem audio atau pengeras suara masjid agar dapat mendukung kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah, terutama selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

#S1

Pos terkait