Kabupaten Bima,Solusinewsntb.- Sebuah bangunan yang lama tak terpakai di SDN Sowa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, kini kembali hidup. Perpustakaan sekolah yang sebelumnya rusak berat dan terbengkalai selama beberapa tahun direhabilitasi melalui kolaborasi YAPPIKA ActionAid bersama Yayasan YISA Ambalawi dalam Program Sekolah Aman.
Perpustakaan itu dijadwalkan diresmikan oleh Wakil Bupati Bima dr H Irfan Zubaidy pada Senin, 11 Mei 2026. Peresmian tersebut tidak hanya menjadi penanda rampungnya rehabilitasi fisik bangunan, tetapi juga simbol upaya memperkuat budaya literasi dan kualitas pendidikan dasar di wilayah pesisir Kabupaten Bima.
“Program pendampingan lahir dari hasil riset awal terhadap kondisi literasi dan numerasi siswa di delapan sekolah dampingan di Kabupaten Bima yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan dasar siswa,” kata Program Officer YISA Ambalawi, Hersan Hadi, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut Hersan, rehabilitasi perpustakaan menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan mendukung penguatan literasi anak. Selain memperbaiki bangunan perpustakaan, YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi juga mendistribusikan ribuan buku dan alat bantu belajar bagi sekolah-sekolah dampingan.
Pada tahun kedua Program Sekolah Aman di Kabupaten Bima, sebanyak 7.450 buku, 40 kotak mainan kayu pengajar suku kata, dan 80 sempoa didistribusikan. Sementara pada tahun pertama, program tersebut menyalurkan ratusan majalah anak, buku cerita, buku membaca dan berhitung, hingga alat bantu belajar lainnya ke delapan sekolah dampingan di Kecamatan Soromandi dan Wera.
Data hasil riset awal program menunjukkan tantangan literasi dan numerasi siswa masih cukup besar. Dari 435 siswa kelas 3 hingga kelas 5 yang diteliti, hanya 83 siswa atau sekitar 19 persen yang berada pada kategori literasi baik. Sebanyak 154 siswa atau 35 persen masih berada pada kategori literasi rendah.
Kondisi serupa juga ditemukan pada kemampuan numerasi siswa. Dari jumlah siswa yang sama, hanya 83 siswa yang masuk kategori numerasi baik, sementara lebih dari sepertiga lainnya masih berada pada kategori kurang.
Meski demikian, pendampingan yang dilakukan selama setahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan. YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi mencatat capaian progres literasi sebesar 68 persen atau setara 295 siswa di delapan sekolah dampingan.
Program pendampingan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik perpustakaan sekolah, tetapi juga penguatan kualitas pembelajaran melalui pelibatan komunitas sekolah. Guru, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar didorong terlibat dalam berbagai aktivitas literasi, pembelajaran kontekstual, hingga penguatan kapasitas guru.
Peresmian perpustakaan SDN Sowa nantinya juga dirangkaikan dengan kegiatan cross learning antarguru dari delapan sekolah dampingan di Kecamatan Soromandi dan Wera. Kegiatan itu akan dihadiri unsur pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, dan komunitas pendidikan setempat.
Program Sekolah Aman sendiri merupakan inisiatif YAPPIKA-ActionAid sejak 2016 yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif bagi anak-anak. Program tersebut dijalankan melalui empat pilar utama, yakni penguatan infrastruktur sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, penciptaan lingkungan sehat, serta penguatan akuntabilitas layanan pendidikan.
Di Kabupaten Bima, program itu mulai berjalan sejak 2025 dan kini diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya jangka panjang memperkuat kualitas pendidikan dasar, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbatasan fasilitas belajar.
#S1











