
Prosesi tersebut menandai dimulainya perjalanan profesional para mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang akan mengemban tanggung jawab memberikan pelayanan kebidanan kepada masyarakat. Dalam upacara itu, mahasiswa mengucapkan ikrar profesi dan menerima penyematan tanda pengenal sebagai simbol kesiapan memasuki tahapan pendidikan klinik.
Pembina Yayasan, Aji Dahlan, dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas dan dedikasi dalam menjalankan profesi kebidanan. Menurut dia, perubahan status menjadi Politeknik Muhammad Dahlan harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan beretika.
Melalui ikrar yang diucapkan, para mahasiswa berkomitmen menjalankan tugas profesi dengan mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan ibu, bayi, keluarga, serta masyarakat. Mereka juga menyatakan kesiapan mematuhi etika profesi dan seluruh ketentuan yang berlaku dalam praktik kebidanan.
Rangkaian acara turut diisi dengan penandatanganan kerja sama antara Politeknik Muhammad Dahlan dan Dinas Kesehatan Kota Bima. Kesepakatan tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pelayanan kesehatan di daerah.
Penandatanganan kerja sama itu juga melibatkan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bima, Bd. Fahroyani, S.Tr.Keb, sebagai bagian dari sinergi antara institusi pendidikan, organisasi profesi, dan pemerintah dalam mencetak tenaga bidan yang kompeten serta siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan Capping Day ini menjadi penanda babak baru bagi Politeknik Muhammad Dahlan dalam menyiapkan lulusan kebidanan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi serta nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
#S1